Facebook Luncurkan Fitur Belanja di Grup dan Live Shopping

Facebook Luncurkan Fitur Belanja di Grup dan Live Shopping

Perusahaan Facebook sekarang ini semakin berfokus untuk mengembangkan fitur belanja pada platform mereka. Belakangan ini, Facebook juga memberikan peluncuran beberapa fitur baru seperti Shops in Grup atau belanja di dalam grup, rekomendasi produk, sampai dengan Live Shopping untuk para creator.

Fitur Shops in Group ini memungkinkan para admin dari grup Facebook nantinya bisa mengelola toko offline yang ada pada laman Facebook yang diikuti oleh mereka.

Admin grup Facebook nantinya akan secara bebas bisa menentukan bagaimana mereka akan mengelola keuntungan yang didapatkan dari fitur belanja yang ada di dalam grup.

Sebuah halaman grup Facebook yang bergerak pada bidang edukasi tentang gurita dengan nama OctoNation berkata bahwa keuntungan penjualan ini diberikan kepada halaman grup Facebook.

Hal tersebut berdasarkan pada pengalaman mereka yang sudah menguji coba fitur ini terlebih dulu. Namun, untuk grup yang tak punya tujuan filantropi yang jelas, tentu saja hal itu mungkin akan membuat sulit.

Wakil Presiden Manajemen Produk Meta bernama Yulie Kwon Kim berkata jika kebanyakan admin grup Facebook adalah sukarelawan.

Karena itulah, fitur belanja yang ada di dalam grup bisa menjadi saluran untuk pundi – pundi bagi grup itu.

“Uangnya akan diberikan kepada admin grup serta mereka akan bisa menentukan bagaimana mereka menggunakannya.” Kata Kim.

“Ini merupakan cara yang bagus untuk orang – orang agar mempertahankan serta menjaga grup supaya tetap hidup.” Ucapnya.

Sebelum itu, pada acara Facebook Communities Summit, Facebook sendiri pernah memberikan ungkapan mengenai rencana mereka untuk memberikan fitur yang dapat dimanfaatkan agar bisa memonetisasi grup.

Fitur – fitur itu di antaranya adalah Shops, penggalangan dana, serta berlangganan. Facebook juga memberikan klaim bahwa ada banyak pengguna yang meminta fitur rekomendasi produk dan pada akhirnya Facebook pun mengabulkan permintaan itu.

Cara kerja dari fitur itu sendiri adalah, saat ada pengguna yang menyebutkan nama sebuah produk yang terdaftar pada fitur belanja Facebook, mereka akan bisa tag atau menyematkannya pada komentar dan rekomendasi produk unggulan dari grup akan keluar.  

Harga Motherboard dan GPU Terancam Naik Karena Tembaga

Harga Motherboard dan GPU Terancam Naik Karena Tembaga

2021 memang menjadi tahun yang sulit untuk kamu yang sedang mencari GPU, karena di tahun ini GPU menjadi salah satu barang yang sangat langka dan jika memang ada harganya tentu akan sangat mahal.

Hal tersebut dipicu oleh kelangkaan dari chip semikonduktor yang sudah berlangsung sejak tahun 2020, hal itu bisa terjadi karena harga tembaga yang merangkak naik.

Laporan pada Desember 2020, harga tembaga tercatat sebesar 7.755 dollar AS (Rp 110,5 juta) per ton. Pada 28 September 2021, harganya sudah naik menjadi 9.262 dollar AS (Rp 132 juta per ton).

Padahal bahan logam tembaga sendiri banyak digunakan oleh berbagai komponen komputer, misalnya seperti copper foil, copper clad laminates yang dimana sering digunakan untuk papan printed circuit board atau PCB.

Kenaikan harga bahan logam tembaga tersebut akhirnya mempengaruhi harga komponen-komponen komputer tersebut, dan harga copper foil sendiri sudah naik sebanyak 35 persen sejak kuartal IV 2020.

Efek yang ditimbulkan bukan hanya sampai sana, kenaikan tersebut berimbas pada kenaikan harga dari PCB yang berdampak pada hardware komputer yang menggunakan papan sirkuit seperti motherboard, GPU.

Toms Hardware mengira kenaikan harga tembaga tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, dan salah satunya adalah tingginya permintaan terhadap barang tersebut dan sedikitnya stok.

Ditambah lagi dengan operator seluler yang saat ini sedang beralih atau menambahkan teknologi 5G, tentunya peralihan tersebut membutuhkan infratstruktur jaringan seperti base station dan juga sistem network yang bahan utamanya sendiri banyak menggunakan tembaga.

Permasalahan masih belum usai, peminat dari industri PC juga sangaat besar, untuk hardware PC juga menggunakan jumlah tembaga yang tergolong banyak dan untuk setiap PC berbeda tergantung sesuai tipenya.

Toms Hardware juga menambhakn bahwa sebuah motherboard kelas high-end membutuhkan PCB delapan lapis yang dibuat dengan 8 CCL, dan kandungan tembaganya secara keseluruhan bisa mencarai 180 gram per unit dari 1 motherboard.

Walaupun demikian, peningkatan harga hardware komputer tampaknya akan bervariasi, hal tersebut kembali lagi kepada tipe dan juga segmen pasar yang dituju.

Para produsen bisa menyerap kenaikan harga tersebut lewat harga akhir yang sejak awal memang sudah berada harga yang cukup tinggi.

Hal tersebut berbeda dengan produk motherboard di segmen entry-level yang berada di harga 100 hingga 200 dollar AS yang margin profitnya lebih tipis. Kenaikan harga tersebut bisa jadi tidak akan mempengaruhi konsumen. Karena para konsumen telah memiliki penghasilan tambahan yang bisa didapat melalui situs judi slot online terpercaya. Melalui situs judi resmi ini, para konsumen bermain mesin slot yang menawarkan bonus uang asli yang sangat besar.

Pengguna Windows 7 Bisa Upgrade ke Windows 11 Tidak?

Pengguna Windows 7 Bisa Upgrade ke Windows 11 Tidak?

Pihak Microsoft akhirnya mulai menjadwalkan untuk update OS terbaru mereka yaitu Windows 11 sebagai update gratis di mulai pada hari Selasa 5 Oktober 2021.

Pengguna dari Win 10 sendiri sudah dijanjikan akan mendapatkan akses untuk menguprade ke Windows 11 secara gratis dan di mulai dari 5 Oktober 2021.

Namun, bagaimana dengan nasib pengguna Windows 7? Windows 7 sendiri diluncurkan pertama kali pada Oktober 2009 dan saat ini sudah dipensiunkan oleh pihak Microsoft pada 14 Januari 2020.

Walaupun begitu, ternyata masih sangat banyak pengguna dari Windows 7 tersebut yang belum beralih sama sekali ke Windows 10.

Menurut data yang dikeluarkan oleh NetMarketShare pada September 2021. Windows 7 saat ini masih menjadi yang terbesar kedua setelah Windows 10, dengan persentase sekitar 21,67 persen.

Lalu muncul pertanyaan “apakah pengguna OS Windows 7 bisa mengupgrade OS mereka ke Windows 11 terbaru?”

Salah satu vendor laptop terkenal yaitu Lenovo mengatakan bahwa pengguna Windows 7 masih memungkinkan untuk melakukan upgrade ke Windows 11, tetapi terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti sudah registrasi dan deposit uang rupiah untuk dapat bermain slot online di situs judi slot online terpercaya MOJOBET89 dan spesifikasi minimum untuk menjalankan Windows 11.

Apabila dirasa sudah bisa memenuhi syarat minimum tersebut, pengguna bisa hanya bisa melakukan upgrade dengan menggunakan clean install, berbeda dengan cara update windows yang seperti biasanya, hal tersebut diungkap oleh Lenovo pada halam resmi mereka di bagian Launching Windows 11 FAQ.

“Untuk perangkat Windows 7 yang memenuhi persyaratan hardware, Anda harus melakukan clean install atau reimage untuk langsung membuka Windows 11,” tulis Lenovo.

Untuk clean install sendiri merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menginstall sistem operasi baru, dimana dalam prosesnya clean install akan menghapus OS lama dan seluruh file yang ada di dalam harddisk tempat windows lama terprogram.

Misalnya, pengguna menyimpan program Windows 7 di hardisk C:, maka saat melakukan clean install Windows 11, pengguna perlu mencadangkan seluruh data yang ada di harddisk drive C:.

Hal tersebut dikarenakan pada clean install harddisk akan diformat, sehingga seluruh data yang terdapat didalamnya akan terhapus dan siap dijalankan OS Windows 11.

Meski informasi ini dimuat oleh Lenovo, namun informasi soal upgrade dari Windows 7 ke Windows 11 ini kemungkinan besar juga berlaku untuk pengguna PC merek lain.

Jadi sebenarnya, pengguna Windows 7 masih dimungkinkan untuk beralih ke Windows 11, sebagaimana dari PCGamer, Selasa 5 September 2021.

Namun, untuk lebih pastinya, pengguna Windows 11 perlu memeriksa kompatibilitas perangkat menggunakan aplikasi Windows PC Health Check, yang bisa diunduh melalui tautan berikut. Sebab, untuk bisa menjalankan Windows 11, perangkat harus memenuhi syarat minimum spesifikasi yang diumumkan sebelumnya, yaitu mencakup:

  • CPU: System-on-Chip (SoC) atau CPU 64-bit dengan dua inti (dual core) atau lebih dengan kecepatan minimal 1 GHz
  • RAM: 4 GB
  • Storage: 64 GB
  • System firmware: UEFI, mendukung
  • Secure Boot TPM: Trusted Platform Module (TPM) versi 2.0
  • GPU: Mendukung DirectX 12 atau yang lebih baru dan driver WDDM 2.0
  • Display: Layar yang lebih besar dari 9 inci dengan resolusi HD (720p) yang mendukung sistem warna 8-bits per channel
  • Syarat lainnya: Koneksi internet dan akun Microsoft

Facebook, WhatsApp, dan Instagram Down Di Berbagai Negara

Facebook, WhatsApp, dan Instagram Down Di Berbagai Negara

Kemarin ini beberapa layanan yang dimiliki oleh Facebook seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp sempat mengalami down pada sejumlah negara di seluruh dunia pada 5 Oktober 2021 dini hari.

Hal tersebut diketahui setelah banyak pengguna dari aplikasi tersebut melaporkan bahwa mereka tidak bisa melakukan login serta tidak bisa membuka aplikasi facebook, instagram dan WhatsApp dan hanya menampilkan tulisan “Couldnt Refresh Feed”. Karena hal ini banyak orang yang jadi membuka situs slot online di MOJOBET89 untuk menunggu perbaikin dari ketiga aplikasi besar ini.

Sementara itu untuk pengguna WA, mereka tidak bisa mengirim serta menerima pesan dalam bentuk apapun seperti foto, teks, ataupun video. Layanan dari ketiga aplikasi tersebut pertama kali diketahui mulai pukul 00.00 WIB dini hari, laporan gangguan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, namun hingga beberapa negara Asia Tenggara bahkan Amerika dan negara sekitar Eropa.

Pihak layanan tersebut mengetahui bahwa terdapaat gangguan di sejumlah negara dan mengaku sedang melakukan investigasi serta perbaikan untuk ketiga layanan tersebut. Para pengguna yang mengalami masalah tersebut langsung beralih ke layanan lainnya seperti Telegram dan Twitter untuk melakukan komunikasi.

Sejak 2019, sudah tercatat sekitar empat kali dimana layanan dari ketiga aplikasi tersebut mengalami down secara bersamaan, dan terakhir sebelum kejadian ini adalah pada awal bulan Juli 2021 lalu.

Situs Downdetector mencatat bahwa gangguan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB hingga dini hari. Facebook kemudian meminta maaf. Jejaring sosial ini juga berpendapat bahwa kegagalan sistem terjadi selama proses pemeliharaan.

Beberapa waktu lalu, rekaman percakapan bos Facebook Mark Zuckerberg bocor ke media, di mana Zuckerberg juga membahas penyebab runtuhnya layanan Facebook beberapa bulan lalu.

Meskipun membuat pernyataan yang cukup diplomatis, Zuckerberg pada dasarnya mengakui bahwa Facebook benar-benar menjalankan serangkaian tes, dan tes itulah yang menjatuhkan sistem.

“Hal-hal yang dulunya kecil sekarang yang membuat sistem crash, dan kita perlu mengubah cara kita menanggapinya dan lebih fokus pada keandalan sistem yang sedang dibangun.” kata Zuckerberg.

“Jadi bukan hanya masalah teknis, tapi kompleksitas sistem yang akan dikembangkan,” lanjutnya dalam rekaman.

Zuckerberg juga mengatakan bahwa jatuhnya layanan Facebook berdampak besar pada kepercayaan pengguna, bahkan menurutnya, beberapa pengguna kemudian beralih ke layanan lain seperti iMessage atau Telegram. Dengan adanya layanan tersebut, para pemain judi online bisa melihat dan membaca trik dan tips bermain judi slot online mudah menang lho. Sehingga tak heran jika banyak yang daftar judi slot online terpercaya saat ini.

Dia menambahkan bahwa butuh waktu lama, hingga berbulan-bulan, untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengguna terhadap layanannya. “Jadi ya, itu masalah besar.Kami lebih buruk dari sebelumnya,” kata Zuckerberg.

Grab Kuasai 90% Saham Ovo Saat Ini!

Grab Kuasai 90% Saham Ovo Saat Ini!

Salah satu perusahaan raksasa asal Singapura, Grab saat ini meningkatkan kepemilikan sahamnnya pada perusahaan pembayaran dompet digital yaitu Ovo.

Saat ini, Grab sudah memegang sekitar 90 persen saham yang dimiliki Ovo melalui PT Bumi Cakrawala Perkasa, dan pada sebelumnya saham Grab di Ovo hanya sekitar 39 persen.

Pembelian saham tersebut menjadikan Grab sebagai pemegang saham terbesar di Ovo. Grab juga diketahui membeli saham Ovo darai Lippo Group dan juga Tokopedia.

“Kami menyambut komitmen besar dari Grab untuk Ovo. Kami sedang dalam konsultasi dengan regulator untuk menyelesaikan proses restrukturisasi kepemilikan,” jelas perwakilan Ovo.

Dilain sisi, valuasi Ovo mencapai hingga angka 2 milliar dollar AS atau sekitar 28,5 triliun rupiah dan membuat pembelian saham dari Grab ini bernilai sekitar 500 hingga 1 miliar AS dollar atau jika di rupiahkan sekitar 71 triliun.

Langkah yang dilakukan Grab ini tentunya memberikan petunjuk akan nasib Ovo yang menjadi tanda tanya setelah dua perusahaan besar yaitu toko pedia dan Gojek melakukan merger dan membentuk perusahaan induk yang diberi nama GoTo.

Hal tersebut dikarenakan Gojek sendiri diketahui memiliki layanan pembayaran digital sendiri yaitu GoPay yang menjadi pesaing dari Ovo dalam memberikan pelayanan dompet digital dan pengisian deposit joker123. Sebelum itu Toko pedia dan afiliasinya memegang sekitar 41 persen saham dari Ovo, data tersebut berdasarkan Deal Street Asia.

Menurut pendiri CrossASEAN Research, Angus Mackintosh, tidak mengejutkan jika Tokopedia harus menjual saham Ovo.

“Tokopedia perlu menjualnya karena alasan regulasi,” jelas Mackintosh. “Grab mungkin akan kehilangan beberapa bisnis karena Tokopedia beralih ke GoPay, tapi kemungkinan akan mendapat keuntungan di tempat lain,” imbuhnya, Selasa 5 Oktober 2021.

Ovo saat ini tercatat sebagai platform pembayaran digital terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 38 persen, menurut laporan Mobile Payments Report 2021 oleh Boku Inc. Ovo juga menjadi salah satu alat pembayaran dan withdraw deposit terbaik pilihan para pemain judi slot online yang ingin bermain menggunakan uang asli.

Setelah Ovo, ShopeePay menjadi salah satu platform dompet digital terbesar kedua dengan pangsa pasar mencapai 15,6 persen dengan diikuti oleh LinkAja sebesar 13,9 persen, dan GoPay sebesar 13,2 persen, serta DANA sebesar 12,2 persen.

Sebelum proses akuisisi ini, PT Visionet Internasional [OVO] merupakan bagian dari PT Bumi Cakrawala Perkasa (BCP – OVO Group).

Adapun menurut laporan MomentumWorks, BCP per Mei 2019 sahamnya dimiliki Grab (GP Network Asia) dengan persentase 41%; Tokopedia (PT Digital Investindo Jaya) 38%; Lippo Group (PT Inti Anugrah Pratama) 10%; dan Tokyo Century Corporation 8%.

Sejauh ini OVO memang telah menjadi opsi pembayaran utama di Grab. Akuisisi ini tentu berpotensi memperdalam sinergi. Bahkan banyak para player slot online yang lebih memilih gunakan metode pembayaran OVO dibanding tranfer bank, karena selain praktis kalian tidak perlu pergi ke ATM untuk melakukan transaksi deposit judi online.

Sebagai informasi, dalam OVO Group juga terdapat beberapa layanan finansial lain, baik dari proses akuisisi [Bareksa dan Taralite] dan kerja sama strategis seperti layanan insurtech yang didirikan bersama ZA Tech [anak perusahaan ZhongAn Online P&C Insurance].