Facebook, WhatsApp, dan Instagram Down Di Berbagai Negara

Facebook, WhatsApp, dan Instagram Down Di Berbagai Negara

Kemarin ini beberapa layanan yang dimiliki oleh Facebook seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp sempat mengalami down pada sejumlah negara di seluruh dunia pada 5 Oktober 2021 dini hari.

Hal tersebut diketahui setelah banyak pengguna dari aplikasi tersebut melaporkan bahwa mereka tidak bisa melakukan login serta tidak bisa membuka aplikasi facebook, instagram dan WhatsApp dan hanya menampilkan tulisan “Couldnt Refresh Feed”. Karena hal ini banyak orang yang jadi membuka situs slot online di MOJOBET89 untuk menunggu perbaikin dari ketiga aplikasi besar ini.

Sementara itu untuk pengguna WA, mereka tidak bisa mengirim serta menerima pesan dalam bentuk apapun seperti foto, teks, ataupun video. Layanan dari ketiga aplikasi tersebut pertama kali diketahui mulai pukul 00.00 WIB dini hari, laporan gangguan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, namun hingga beberapa negara Asia Tenggara bahkan Amerika dan negara sekitar Eropa.

Pihak layanan tersebut mengetahui bahwa terdapaat gangguan di sejumlah negara dan mengaku sedang melakukan investigasi serta perbaikan untuk ketiga layanan tersebut. Para pengguna yang mengalami masalah tersebut langsung beralih ke layanan lainnya seperti Telegram dan Twitter untuk melakukan komunikasi.

Sejak 2019, sudah tercatat sekitar empat kali dimana layanan dari ketiga aplikasi tersebut mengalami down secara bersamaan, dan terakhir sebelum kejadian ini adalah pada awal bulan Juli 2021 lalu.

Situs Downdetector mencatat bahwa gangguan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB hingga dini hari. Facebook kemudian meminta maaf. Jejaring sosial ini juga berpendapat bahwa kegagalan sistem terjadi selama proses pemeliharaan.

Beberapa waktu lalu, rekaman percakapan bos Facebook Mark Zuckerberg bocor ke media, di mana Zuckerberg juga membahas penyebab runtuhnya layanan Facebook beberapa bulan lalu.

Meskipun membuat pernyataan yang cukup diplomatis, Zuckerberg pada dasarnya mengakui bahwa Facebook benar-benar menjalankan serangkaian tes, dan tes itulah yang menjatuhkan sistem.

“Hal-hal yang dulunya kecil sekarang yang membuat sistem crash, dan kita perlu mengubah cara kita menanggapinya dan lebih fokus pada keandalan sistem yang sedang dibangun.” kata Zuckerberg.

“Jadi bukan hanya masalah teknis, tapi kompleksitas sistem yang akan dikembangkan,” lanjutnya dalam rekaman.

Zuckerberg juga mengatakan bahwa jatuhnya layanan Facebook berdampak besar pada kepercayaan pengguna, bahkan menurutnya, beberapa pengguna kemudian beralih ke layanan lain seperti iMessage atau Telegram. Dengan adanya layanan tersebut, para pemain judi online bisa melihat dan membaca trik dan tips bermain judi slot online mudah menang lho. Sehingga tak heran jika banyak yang daftar judi slot online terpercaya saat ini.

Dia menambahkan bahwa butuh waktu lama, hingga berbulan-bulan, untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengguna terhadap layanannya. “Jadi ya, itu masalah besar.Kami lebih buruk dari sebelumnya,” kata Zuckerberg.

Grab Kuasai 90% Saham Ovo Saat Ini!

Grab Kuasai 90% Saham Ovo Saat Ini!

Salah satu perusahaan raksasa asal Singapura, Grab saat ini meningkatkan kepemilikan sahamnnya pada perusahaan pembayaran dompet digital yaitu Ovo.

Saat ini, Grab sudah memegang sekitar 90 persen saham yang dimiliki Ovo melalui PT Bumi Cakrawala Perkasa, dan pada sebelumnya saham Grab di Ovo hanya sekitar 39 persen.

Pembelian saham tersebut menjadikan Grab sebagai pemegang saham terbesar di Ovo. Grab juga diketahui membeli saham Ovo darai Lippo Group dan juga Tokopedia.

“Kami menyambut komitmen besar dari Grab untuk Ovo. Kami sedang dalam konsultasi dengan regulator untuk menyelesaikan proses restrukturisasi kepemilikan,” jelas perwakilan Ovo.

Dilain sisi, valuasi Ovo mencapai hingga angka 2 milliar dollar AS atau sekitar 28,5 triliun rupiah dan membuat pembelian saham dari Grab ini bernilai sekitar 500 hingga 1 miliar AS dollar atau jika di rupiahkan sekitar 71 triliun.

Langkah yang dilakukan Grab ini tentunya memberikan petunjuk akan nasib Ovo yang menjadi tanda tanya setelah dua perusahaan besar yaitu toko pedia dan Gojek melakukan merger dan membentuk perusahaan induk yang diberi nama GoTo.

Hal tersebut dikarenakan Gojek sendiri diketahui memiliki layanan pembayaran digital sendiri yaitu GoPay yang menjadi pesaing dari Ovo dalam memberikan pelayanan dompet digital dan pengisian deposit joker123. Sebelum itu Toko pedia dan afiliasinya memegang sekitar 41 persen saham dari Ovo, data tersebut berdasarkan Deal Street Asia.

Menurut pendiri CrossASEAN Research, Angus Mackintosh, tidak mengejutkan jika Tokopedia harus menjual saham Ovo.

“Tokopedia perlu menjualnya karena alasan regulasi,” jelas Mackintosh. “Grab mungkin akan kehilangan beberapa bisnis karena Tokopedia beralih ke GoPay, tapi kemungkinan akan mendapat keuntungan di tempat lain,” imbuhnya, Selasa 5 Oktober 2021.

Ovo saat ini tercatat sebagai platform pembayaran digital terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 38 persen, menurut laporan Mobile Payments Report 2021 oleh Boku Inc. Ovo juga menjadi salah satu alat pembayaran dan withdraw deposit terbaik pilihan para pemain judi slot online yang ingin bermain menggunakan uang asli.

Setelah Ovo, ShopeePay menjadi salah satu platform dompet digital terbesar kedua dengan pangsa pasar mencapai 15,6 persen dengan diikuti oleh LinkAja sebesar 13,9 persen, dan GoPay sebesar 13,2 persen, serta DANA sebesar 12,2 persen.

Sebelum proses akuisisi ini, PT Visionet Internasional [OVO] merupakan bagian dari PT Bumi Cakrawala Perkasa (BCP – OVO Group).

Adapun menurut laporan MomentumWorks, BCP per Mei 2019 sahamnya dimiliki Grab (GP Network Asia) dengan persentase 41%; Tokopedia (PT Digital Investindo Jaya) 38%; Lippo Group (PT Inti Anugrah Pratama) 10%; dan Tokyo Century Corporation 8%.

Sejauh ini OVO memang telah menjadi opsi pembayaran utama di Grab. Akuisisi ini tentu berpotensi memperdalam sinergi. Bahkan banyak para player slot online yang lebih memilih gunakan metode pembayaran OVO dibanding tranfer bank, karena selain praktis kalian tidak perlu pergi ke ATM untuk melakukan transaksi deposit judi online.

Sebagai informasi, dalam OVO Group juga terdapat beberapa layanan finansial lain, baik dari proses akuisisi [Bareksa dan Taralite] dan kerja sama strategis seperti layanan insurtech yang didirikan bersama ZA Tech [anak perusahaan ZhongAn Online P&C Insurance].

Cara Mengatasi Reaksi KIPI Setelah Vaksin Covid – 19

Cara Mengatasi Reaksi KIPI Setelah Vaksin Covid – 19

Vaksin Covid – 19 sangat berperan penting agar kita tidak mudah tertular atau mengalami sakit berat saat terpapar virus Corona.

Selain itu, vaksin juga membantu agar segera tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok yang sangat berperan penting untuk mengakhiri pandemic ini.

Banyak masyarakat yang mengalami efek samping tertentu setelah mendapatkan vaksin Covid – 19 seperti sakit kepala, nyeri, tubuh lemas, demam, dan sejenisnya.

KIPI adalah singkatan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien disuntikkan vaksin akan menjadi perhatian tenaga medis yang bertugas.

Beberapa waktu lalu, beredar informasi bahwa orang yang habis divaksinasi tidak boleh langsung pulang ke rumah. Ia harus menunggu dulu setidaknya 30 menit.

Tujuan menunggu di klinik agen slot online atau rumah sakit judi online terpercaya selama 30 menit adalah memantau ada atau tidaknya KIPI. Sebenarnya, KIPI tidak hanya berlaku untuk vaksin COVID-19, melainkan untuk semua vaksinasi.

Karena vaksin corona ini terbilang baru, masyarakat jadi merasa asing dengan prosedur tersebut. Padahal, hal ini tidak jauh berbeda dari vaksinasi lainnya.

Sebenarnya, reaksi tersebut sama dengan respon tubuh saat mendapatkan vaksin lainnya. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Setelah vaksinasi atau imunisasi biasanya ada beberapa orang yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI.

KIPI adalah kejadian medis yang diduga berhubungan dengan imuniasasi. Gejala medis ini biasanya bersifat sementara dan ringan, lalu akan hilang dengan sendirinya walau tanpa pengobatan.

Beberapa gejala yang muncul akibat KIPI antara lain adalah nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan, atau demam, sakit kepala, lelah, atau tidak enak badan, mengantuk, mual, dan lapar.

Bila 30 menit tidak ada reaksi yang patut dikhawatirkan, pasien bisa pulang. KIPI terdiri dari tiga jenis reaksi, yaitu:

  • Reaksi lokal: nyeri, bengkak, kemerahan di area bekas suntikan. Reaksi lokal yang terbilang parah yakni selulitis.
  • Reaksi sistemik: demam, nyeri otot seluruh tubuh atau myalgia, nyeri sendi atau artralgia, lemas, dan sakit kepala.
  • Reaksi lain yaitu alergi. Kondisi ini bisa berupa biduran (urtikaria), anafilaksis (alergi parah hingga sesak napas), dan pingsan.

Untuk menanganinya, kalian bisa mengompres air dingin area tubuh yang mengalami nyeri atau bengkak karena suntikan.

Saat mengalami demam, kalian bisa mengatasinya dengan mengompres atau mandi air hangat. Selain itu, perbanyak juga minum air putih dan istirahat sambil bermain judi slot online.

Jika perlu, kalian bisa minum obat sesuai dengan keperluan. Jika terjadi reaksi KIPI yang berat, kalian juga harus melakukan pelaporan kepada petugas yang bersangkutan.

Pelaporan bisa dilakukan melalui nomor telepon yang tertera padakartu vaksinasi. Untuk meringankan reaksi KIPI, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan kita agar mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi setelah mendapatkan vaksin.

Kalian juga bisa mengonsumsi makanan anti inflamasi, seperti sup ayam agar membantu menghidrasi tubuh setelah mendapatkan vaksin.

Pelitian dalam jurnal Chest juga membuktikan sup ayam mengandung antiinflamasi ringan. Komponen yang ada di dalam sup ayam termasuk ayam, wortel, seledri, peterseli, garam, dan merica juga membantu melawan peradangan.

Ketika merasa tidak enak badan usai imunisasi, cobalah mengonsumsi makanan berkuah yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, lentil, kentang, dan brokoli.

Ketahui Gejala Autisme pada Anak di Usia 4 Tahun

Ketahui Gejala Autisme pada Anak di Usia 4 Tahun

Gangguan spectrum autism atau autism spectrum disoreder (ASD) merupakan kondisi perkembangan seumur hidup yang bisa mempengaruhi aspek bahasan, interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku.

Sampai sekarang, belum diketahui penyebab seseorang mengalami ASD, para peneliti masih terus mempelajarinya.

Pada dasarnya, gejala autism mulai muncul pada masa bayi dan juga anak usia dini. Anak autis bisa memiliki berbagai gejala, tergantung jenis ASD dan tingkat keparahanna.

ASD adalah kondisi seumur hidup yang muncul pada masa bayi dan anak usia dini. Kondisi ono mempengaruhi sekitar 1 dari 54 anak – anak dan empat kali lebih banyak terjadi pada anak laki – laki dibandingkan anak perempuan.

Banyak anak autis yang menunjukkan gejala pada usia 12 – 18 bulan, sementara beberapa gejala menjadi lebih jelas seiring dengan bertambahnya usia.

Namun, tak menutup kemungkinan juga gejala muncul pada saat anak menginjak usia 4 tahun. Lalu, apa saja gejala autism yang muncul pada mereka?

1.Perbedaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Perbedaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Anak autis mungkin saja memiliki gaya komnikasi herbal yang berbeda, dibandingkan dengan teman sebayanya yang tidak memiliki ASD. Seorang anak autis di usia 4 tahun mungkin mengalami beberapa hal seperti:

  • Tidak menanggapi ketika dipanggil dengan nama mereka
  • Berbicara dengan suara monoton
  • Terus mengulang kata atau frasa
  • Lupa pada bahasa yang digunakan sebelumnya
  • Mengalami kesulitan dengan komunikasi dua arah
  • Kesulitan memulai percakapan dengan teman-temannya
  • Cenderung menafsirkan informasi secara harfiah, yang mungkin tampak seperti ketidakmampuan untuk memahami lelucon atau sarkasme
  • Mengalami kesulitan dalam mengomunikasikan pikiran dan perasaan mereka

Anak – anak autis juga dapat terlibat dalam komunikasi nonverbal secara berbeda dari rekan-rekan mereka yang tidak memiliki ASD. Mereka mungkin mengalami beberapa gejala berikut.

  • Mengalami kesulitan melakukan kontak mata
  • Cenderung tidak menunjuk pada hal-hal yang diperhatikan atau dilihat ketika diarahkan oleh orang lain
  • Tidak suka berpelukan dan jenis kontak fisik lainnya

2.Perbedaan Dalam Bermain dan Perilaku Lain

Perbedaan Dalam Bermain dan Perilaku Lain

Seorang anak autis berusia 4 tahun mungkin memiliki gaya bermain yang berbeda dari teman sebayanya. Mereka mungkin mengalami beberapa hal berikut.

  • Lebih suka menghabiskan waktu sendirian
  • Memiliki minat atau keterikatan yang luar biasa intens pada permainan, mainan, objek, atau topik tertentu
  • Memiliki afinitas yang kuat untuk organisasi dan ritual, seperti mengatur mainan dalam urutan tertentu atau menghitungnya berulang-ulang
  • Memiliki masalah dengan permainan imajinatif
  • Mengalami kesulitan memahami aturan perilaku konvensional yang dapat menyebabkan mereka berperilaku tidak tepat
  • Mengalami kesulitan mempertahankan persahabatan

Anak-anak autis juga mungkin lebih mungkin daripada teman sebayanya untuk menunjukkan beberapa perilaku berulang, seperti:

  • Oleng
  • Berputar – putar
  • Menggaruk
  • Menghidupkan dan mematikan sesuatu secara berulang.

Mereka juga menunjukkan perilaku berikut.

  • Hiperaktif
  • Impulsif
  • Ledakan emosi, terutama dalam menanggapi kelebihan sensorik, invasi ruang pribadi, dan perubahan rutinitas

3.Merawat Anak Autis

Merawat Anak Autis

Jika orang tua atau pengasuh percaya bahwa anak mereka memiliki autisme, mereka harus membuat janji dengan penyedia layanan kesehatan untuk anak mereka.

Sementara itu, merawat anak autis dapat menghadirkan tantangan. Strategi berikut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak dan pengasuhnya:

  • Menciptakan zona aman: Anak-anak autis mungkin memerlukan dukungan ekstra untuk merasa aman dan tenteram di rumah mereka. Penyedia layanan kesehatan yang mengenal anak dapat menyarankan cara khusus untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman.
  • Memberikan konsistensi: Struktur dan rutinitas itu penting dan dapat membantu mendukung pembelajaran dan perkembangan anak. Ini dapat membantu untuk mengembangkan jadwal harian yang ketat untuk berbagai kegiatan.
  • Membantu mengantisipasi perubahan: Beri anak peringatan dini tentang setiap perubahan pada rutinitas mereka. Menggunakan foto atau gambar dapat membantu mengomunikasikan perubahan yang akan datang ini.
  • Memberikan penguatan positif: Hadiahi anak untuk perilaku dan kemajuan positif, bahkan jika kemajuannya tampak kecil.
  • Menghindari kelebihan sensorik: Beberapa anak autis sensitif terhadap suara keras, warna-warna cerah, atau lampu berkedip, dan itu harus dihindari.