Cara Mengatasi Reaksi KIPI Setelah Vaksin Covid – 19

Vaksin Covid – 19 sangat berperan penting agar kita tidak muda tertular atau mengalami sakit berat saat terpapar virus Corona.

Selain itu, vaksin juga membantu agar segera tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok yang sangat berperan penting untuk mengakhiri pandemic ini.

Banyak masyarakat yang mengalami efek samping tertentu setelah mendapatkan vaksin Covid – 19 seperti sakit kepala, nyeri, tubuh lemas, demam, dan sejenisnya.

KIPI adalah singkatan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien disuntikkan vaksin akan menjadi perhatian tenaga medis yang bertugas.

Beberapa waktu lalu, beredar informasi bahwa orang yang habis divaksinasi tidak boleh langsung pulang ke rumah. Ia harus menunggu dulu setidaknya 30 menit.

Tujuan menunggu di klinik agen slot online atau rumah sakit judi online terpercaya selama 30 menit adalah memantau ada atau tidaknya KIPI. Sebenarnya, KIPI tidak hanya berlaku untuk vaksin COVID-19, melainkan untuk semua vaksinasi.

Karena vaksin corona ini terbilang baru, masyarakat jadi merasa asing dengan prosedur tersebut. Padahal, hal ini tidak jauh berbeda dari vaksinasi lainnya.

Sebenarnya, reaksi tersebut sama dengan respon tubuh saat mendapatkan vaksin lainnya. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Setelah vaksinasi atau imunisasi biasanya ada beberapa orang yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI.

KIPI adalah kejadian medis yang diduga berhubungan dengan imuniasasi. Gejala medis ini biasanya bersifat sementara dan ringan, lalu akan hilang dengan sendirinya walau tanpa pengobatan.

Beberapa gejala yang muncul akibat KIPI antara lain adalah nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan, atau demam, sakit kepala, lelah, atau tidak enak badan, mengantuk, mual, dan lapar.

Bila 30 menit tidak ada reaksi yang patut dikhawatirkan, pasien bisa pulang. KIPI terdiri dari tiga jenis reaksi, yaitu:

  • Reaksi lokal: nyeri, bengkak, kemerahan di area bekas suntikan. Reaksi lokal yang terbilang parah yakni selulitis.
  • Reaksi sistemik: demam, nyeri otot seluruh tubuh atau myalgia, nyeri sendi atau artralgia, lemas, dan sakit kepala.
  • Reaksi lain yaitu alergi. Kondisi ini bisa berupa biduran (urtikaria), anafilaksis (alergi parah hingga sesak napas), dan pingsan.

Untuk menanganinya, kalian bisa mengompres air dingin area tubuh yang mengalami nyeri atau bengkak karena suntikan.

Saat mengalami demam, kalian bisa mengatasinya dengan mengompres atau mandi air hangat. Selain itu, perbanyak juga minum air putih dan istirahat.

Jika perlu, kalian bisa minum obat sesuai dengan keperluan. Jika terjadi reaksi KIPI yang berat, kalian juga harus melakukan pelaporan kepada petugas yang bersangkutan.

Pelaporan bisa dilakukan melalui nomor telepon yang tertera padakartu vaksinasi. Untuk meringankan reaksi KIPI, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan kita agar mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi setelah mendapatkan vaksin.

Kalian juga bisa mengonsumsi makanan anti inflamasi, seperti sup ayam agar membantu menghidrasi tubuh setelah mendapatkan vaksin.

Pelitian dalam jurnal Chest juga membuktikan sup ayam mengandung antiinflamasi ringan. Komponen yang ada di dalam sup ayam termasuk ayam, wortel, seledri, peterseli, garam, dan merica juga membantu melawan peradangan.

Ketika merasa tidak enak badan usai imunisasi, cobalah mengonsumsi makanan berkuah yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, lentil, kentang, dan brokoli.